Jelang waktu berbuka puasa, Jokowi memenuhi undangan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical. Keduanya bertemu di Hotel Shangri-La untuk beribadah dan berbuka puasa bersama.
Jokowi mengenakan batik berwarna gelap dan berpeci. Sementara itu, Ical yang berkemeja koko warna putih dan berpeci pula.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi dan SBY duduk bersila di atas sajadah yang telah tersedia. Mereka berada di sisi kiri dan kanan Habibie.
Temani Megawati
Jokowi tidak berlama-lama di Shangri-la. Setelah berbuka puasa di hotel berbintang lima itu, Jokowi bergerak ke kawasan bisnis Jakarta Selatan. Di sana, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa anggota Kabinet Kerja telah menantinya.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pun telah lebih dulu tiba dibandingkan Jokowi. Mereka hadir pada peluncuran buku anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto.
Jokowi berada di acara Sidarto tersebut, tidak lebih dari 30 menit. Ia kemudian bergegas pergi dengan pengawalan ketat personel Paspampres.
Pada pekan pertama Ramadan, Jokowi setidaknya telah menghadiri tiga acara berbuka puasa bersama sejumlah tokoh politik. Selasa (7/6), Jokowi bertamu ke kantor pusat Partai NasDem.
Di dampingi Kalla, Jokowi bertemu dan berbincang dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Jokowi menyatakan, mereka tidak membicarakan politik saat berbuka puasa bersama kala itu.
"Tadi di dalam berbicara masalah mie aceh, martabak medan, dan soto bangkong," kata dia.
Jokowi ketika berbuka puasa di kantor pusat Partai NasDem, awal pekan lalu. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean) |
Jokowi berkelakar tentang jumlah anggota Kabinet Kerja yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama saat itu. Ketua Umum NU, Saiq Aqil dan Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nasir, sebelumnya memancing Jokowi untuk berbicara politik.
"Saya jadi ingat reshuffle kalau begini," ujar Jokowi tersenyum.
Politikus Partai NasDem, Taufik Basari, pun menuturkan hal serupa. Menurutnya, Ramadan dapat menjadi momentum meningkatkan hubungan politik antartokoh nasional.
"Iya, memang bisa dibilang demikian," ucapnya. (abm)
Jokowi ketika berbuka puasa di kantor pusat Partai NasDem, awal pekan lalu. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)