Junimart juga mengklarifikasi bahwa partainya tidak pernah mengajukan nama-nama calon Kapolri kepada Jokowi. Namun, dia tak menampik PDI Perjuangan pun turut memberi masukan nama kepada Jokowi. Bahkan, dia mengklaim Tito menjadi salah satu nama yang diusulkan.
"Itu kewenangan presiden dan ternyata dia mengajukan satu nama yang juga kami ajukan menjadi dalah satu Kapolri," kata Junimart di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, rekan separtai di Komisi III, Masinton Pasaribu mengaku tidak terkejut atas keputusan Jokowi yang lebih memilih Tito dibanding para jenderal bintang tiga lainnya.
Masinton menilai, lompatan antara Tito dan para seniornya saat ini akan menjadi turbulensi dalam tubuh kepolisian. Menurutnya, akan ada yang merasa terlangkahi sehingga berdampak pada kinerja.
"Kalau terjadi guncangan yang hebat atau ada penolakan angkatan. Tapi dalam pandangan dan harapan saya semoga landai saja," kata dia.
Dia juga menepis anggapan bahwa PDI Perjuangan ngotot dengan calon tertentu. Menurutnya, PDI Perjuangan memberi masukan dan pertimbangan kepada Jokowi dari berbagai aspek, termasuk karir, dan kepangkatan.
Dia pun yakin Jokowi sudah memiliki pertimbangan matang terkait pemilihan Tito. Namun, dia menyatakan akan menanyakan sejumlah hal dalam uji kepatutan dan kelayakan di parlemen.
"Kami akan tanyakan jenjang kedinasannya," ucap dia.
Masinton menambahkan sebagaimana pasal 11 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, disebutkan bahwa DPR dapat memberikan persetujuan atau penolakan terhadap calon Kapolri dalam masa 20 hari kerja.
PDI Perjuangan sebelumnya getol menjagokan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon Kapolri berikutnya. Meski demikian dalam perjalanannya, nama Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso juga turut masuk ke dalam radar mereka.
Siang tadi, Ketua DPR Ade Komarudin menyebut Tito menjadi calon tunggal menggantikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Ade berkata, hal itu berdasarkan surat Presiden Joko Widodo kepada parlemen hari ini Rabu (15/6).
"Surat tersebut berisi Presiden meminta pencalonan Komjen Tito Karnavian, satu-satunya menjadi calon Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti," kata Ade di Jakarta. (pit)