DPR Gelar Sidang Terkait Pencalonan Tito Karnavian Hari Ini

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 16/06/2016 08:32 WIB
DPR Gelar Sidang Terkait Pencalonan Tito Karnavian Hari Ini Surat pencalonan Tito menjadi calon Kapolri akan dibahas pada rapat paripurna DPR. Sebelumnya, pimpinan DPR akan menggelar pertemuan dengan pimpinan fraksi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan Rakyat akan menggelar rapat paripurna untuk mengumumkan surat Presiden Joko Widodo terkait pencalonan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komisaris Jenderal Tito Karnavian, sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti, Kamis (16/6).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menuturkan, lembaganya akan mengadakan rapat pimpinan parlemen pagi hari ini dan rapat Badan Musyawarah atau pimpinan fraksi sebelum memproses surat Jokowi di sidang paripurna.

"Agak siang sedikit, kami sudah minta persetujuan rapat paripurna, pembahasan Kapolri diberikan di Komisi III," ucapnya, malam kemarin.
Fahri berkata, Menteri Sekretaris Negara Pratikno membawa surat dari Jokowi kepada pimpinan parlemen siang kemarin. Pratikno, kata dia, berpesan agar proses pergantian ini bisa berlangsung cepat.


Berdasarkan pasal 11 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, DPR memiliki 20 hari sejak menerima surat presiden untuk menentukan sikap.

Pasal 11 ayat 2 pada beleid itu mengatur, presiden menarik dan mengajukan kembali nama calon Kapolri apabila DPR menolak usulan sebelumnya.

"Maka, pekan depan Komisi III dapat melangsungkan fit and proper test. Saya kira ini bisa cepat," ucap Fahri.

Fahri menyebut keputusan Jokowi memilih Tito membuat parlemen terkejut. Meski demikian, dia menilai dipilihnya Tito merupakan isyarat baik dari presiden untuk memberi percepatan reformasi dalam tubuh kepolisian.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu berharap Tito dapat meyakinkan parlemen dalam uji kelayakan dan kepatutan. Menurutnya, Tito harus membuktikan dapat menyatukan seluruh elemen kepolisan, baik senior, junior maupun yang sudah pensiun.

Menurut Fahri, membangun dan mempertahankan soliditas internal Polri merupakan tantangan Tito saat menjabat sebagai Kapolri. Pemberantasan korupsi di lingkungan kepolisian, kata dia, juga isu utama Tito.

"Tito pasti bisa meyakinkan senior untuk bersama-sama. Presiden sudah ambil keputusan, mungkin dewan setujui," kata Fahri.

Tito Karnavian merupakan calon Kapolri termuda di antara jenderal bintang tiga polisi lainnya. Karier lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 1987 itu terbilang cepat karena mampu menempati posisi strategis dalam waktu singkat.

Tercatat jabatan Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya dan terakhir Kepala BNPT, sebelum menjadi Kapolri, dapat diraih hanya dalam waktu empat tahun sejak 2012 hingga saat ini.
(abm/abm)