Korban banjir tersebut itu tinggal di RT 1 dan 2 sebanyak 30 KK, RT 3 sebanyak tiga KK RT 6 ada enam KK dan RT 7 sebanyak 33 KK, di Desa Daleman, Kelurahan Ngringo, Kecamatan Jateng, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Salah seorang petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar Parno, Minggu, mengatakan, untuk warga yang tinggal di RT 7 yang terdiri dari 33 KK semua diungsikan karena rumahnya terendam air dengan kedalaman antara dua sampai tiga meter. Mereka itu diungsikan di tempat saudaranya dan sebagian ada yang mendirikan tenda-tenda di jalan masuk kampung tersebut yang tidak kebanjiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung mengenai bantuan yang diberikan dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar, warga yang terkena korban banjir mengatakan ada sebagian yang diberikan pinjaman tenda-tenda untuk mengungsi bagi warga yang tidak mempunyai sanar saudara.
Banjir kali ini tidak saja merendam rumah-rumah penduduk tetapi juga merendan ratusan ekor ternak babi milik warga yang sampai sekarang belum bisa diselamatkan atau diewakuasi.
Kedalaman air yang melanda di rumah penduduk itu antara dua sampai tiga meter dan karena datangnya mendadak sehingga warga juga tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya yang ada dirumah.
Air Sungai Bengawan Solo itu mulai besar sekitar pukul 22.30 WIB Sabtu (18/6) dan setelah itu terus naik, tetapi Minggu (19/6) dini hari mulai berkurang meskipun baru sedikit. "Air banjir Sungai bengawan Solo sekarang memang mulai surut, tetapi di daerah hulu sungai seperti di Wonogiri masih tampak diselimuti awan yang tebal dan apabila turun hujan lagi bukannya tidak mungkin banjir bisa tambah besar lagi," katanya.
Menyinggung mengenai kerugian sampai sekarang masih belum bisa diketahui karena masih dalampendataan.