Hasil survei ini berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan pada 2 hingga 7 Juni 2016 dengan metode wawancara dan kuisioner kepada 400 responden yang tersebar di seluruh kota dan kabupeten di ibu kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan di peringkat kedua mengekor nama Ridwal Kamil yang mendapat dukungan 9,3 persen responden dan Yusril Ihza Mahendra dengan dukungan 6,8 persen responden. Kemudian terdapat 15 nama bakal calon Gubernur DKI lagi di bawah tiga sosok tersebut, mereka mendapatkan dukungan responden di bawah 6,5 persen.
Lebih jauh Manilka mengatakan, penantang serius Ahok di Pilkada DKI mendatang justru Tri Rismaharini. Bila diadu secara head to head dengan sejumlah nama, hanya Wali Kota Surabaya itu yang mampu membuat suara dukungan kepada Ahok berada di bawah angka 50 persen.
Bahkan bila diadu secara head to head dengan wakil gubernurnya saat ini, Ahok berhasil memperoleh 58,8 dukungan responden. Sementara Djarot Saiful Hidayat hanya mendapatkan 12,5 persen suara.
Dalam survei ini, Manilka juga menggali isu mengenai evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 67,5 persen masyarakat mengaku puas dengan kinerja kepemimpinan Ahok dan Djarot.
Isu kinerja yang diapresiasi di antaranya adalah kemudahan akses kesehatan sebanyak 69,3 persen, pendididikan terjangka sebanyak 65,5 persen, dan penanganan banjir sebesar 54 persen.
Di sisi lain, responden tidak puas dengan kinerja Pemerintahan Provinsi DKI pada tiga sektor, yakni penanganan kemacetan sebesar 77 persen, pengangguran sebesar 72,2 persen, dan harga kebutuhan pokok sebesar 71,5 persen.
Sebelumnya Ahok juga diunggulkan oleh lembaga konsultan politik Charta Politika, dalam rilisnya disebut Ahok mendapatkan dukungan 44,5 persen responden.
Begitu juga dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Lembaga survei ini menyebut Ahok berada di posisi teratas yang akan dipilih warga dengan perolehan suara 23,5 persen responden.
Lembaga Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) juga menyebut Ahok paling berpeluang memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Dalam survei yang digelar Februari lalu, tingkat keterpilihan Ahok mencapai 43,5 persen. Sementara popularitasnya 98,5 persen. (sur)