Salah seorang bekas relawan bernama Paulus mengatakan, target yang dicanangkan membuat dirinya sebagai penanggung jawab berusaha mendapatkan KTP dengan berbagai cara.
Misalnya ia menyebutkan, KTP didapat dari program Kartu Indonesia Sejahtera (KKS) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, membeli dari kelurahan, hingga membeli dari gerai penjualan pulsa telepon seluler.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Paulus,bekas relawan yang menyatakan ada kecurangan adalah Richard dan Dodi. Mereka menujukan kuitansi pembayaran honor sebagai pengumpul KTP.
"Total penanggung jawab ada 153 (orang)," kata Paulus.
Di atas para penanggung jawab ada jabatan koordinator posko. Koordinator ini yang mengawasi kerja para penanggung jawab. Koordinator pos ini menurutnya membawahi antara 5 hingga 10 penanggung jawab.
"Korpos (Koordinator pos)dibayar Teman Ahok Rp500 ribu untuk setiap penanggung jawab yang ada di bawahnya," kata dia.
Jumlah koordinator pos ini diperkirakan Paulus ada sekitar 40 orang di setiap kecamatan di DKI Jakarta. (sur)