Pembuktian itu, lanjut Ahok, saapan Basuki, dilakukan dengan cara mengikuti jalur perseorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta tahun depan, walaupun jalur tersebut dinilai lebih sulit ketimbang lewat mekanisme partai politik.
"Kalo mau ikuti emosi saya, gue mau tiket yang susah karena gue mau buktiin sejuta. Kalo mau ikut tol, sejuta KTP enggak bisa dibuktiin," kata Ahok di Balai Kota, jakarta, Jumat, (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Ahok masih akan meminta pertimbangan dari Teman Ahok. Dia akan menanyakan keinginan relawannya itu mengenai jalur yang akan digunakan pada Pilkada nanti. Ahok mengibaratkan jalur partai politik dengan jalon tol atau bebas hambatan.
Pembicaraan itu rencananya akan disampaikan Ahok setelah mendapatkan surat dukungan resmi dari tiga partai yang akan mendukungnya. Ahok mengatakan dia sudah mendapatkan surat itu dari Partai NasDem dan Hanura. Sementara, Partai Golkar akan menyerahkan surat dukungan itu, siang ini pukul 13.00 WIB di Kantor DPD I, Cikini, Jakarta Pusat.
Soal pasangan yang akan mendampingi Ahok, dia mengatakan akan tetap berpasangan dengan Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan dan Aset Daerah Heru Budi Hartono. Namun, Ahok masih berseloroh mengenai keinginannya berpasangan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga politikus PDIP, Djarot Saiful Hidayat.
"Ya sama Pak Heru dong. Kecuali mau rujuk (dengan Djarot) kan belum talak tiga kan," ujar Ahok. (rel)