Kereta wisata tersebut terdiri atas tujuh tipe yaitu tipe Nusantara (19 kursi), Toraja (22 kursi), Bali (20 kursi), Jawa (20 kursi), Sumatra (22 kursi), Imperial (20 kursi), dan Priority (28 kursi).
“Bisa digunakan untuk mudik satu keluarga atau satu rombongan. Misal, siapa saja yang kehabisan tiket kereta reguler dikumpulkan, terus patungan untuk menggunakan kereta wisata, bisa saja," kata Teguh dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai tarif carter, dia menuturkan, penggunaan kereta wisata saat angkutan Lebaran ditentukan dari relasi perjalanan dan tipe kereta wisata. Untuk dapat memenuhi permintaan masyarakat, PT Kereta Api Pariwisata menyediakan tarif carter kereta wisata dengan dua alternatif, yakni tarif lengkap dengan jasa restorasi dan tarif standar.
Untuk tarif carter, lanjut Teguh, kereta wisata tipe Priority dengan kapasitas 28 kursi dibanderol seharga Rp33 juta dengan jasa restorasi atau Rp28 juta tanpa jasa restorasi. "Harga itu untuk rute Stasiun Gambir-Yogyarakarta," katanya.
Selain itu, ada juga tipe kereta Imperial yang memiliki kapasitas 20 kursi, dibanderol seharga Rp29 juta lengkap dengan jasa restorasi atau Rp23 juta jika tanpa jasa restorasi. Harga tersebut untuk rute perjalanan Stasiun Gambir-Surabaya.
Sementara untuk tipe Jawa dengan kapasitas 20 kursi dengan rute perjalanan Stasiun Gambir-Malang harga carternya Rp30 juta dengan jasa restorasi atau Rp24 juta tanpa jasa restorasi.
"Bagi para calon pemudik yang berminat menggunakan kereta wisata bisa langsung mengunjungi kantor PT Kereta Api Pariwisata yang berada di Stasiun Gambir," ujar Teguh. (rdk)