Menurut Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jederal Agung Setya, tim penyidik Polri saat ini masih menelusuri peredaran di lima provinsi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Mereka ditangkap di delapan lokasi berbeda. Empat diantara lokasi penangkapan adalah tempat produksi vaksin palsu itu.
Selain pembuatan, polisi menurut Agung juga fokus pada perederan vaksin tersebut. Para pelaku ditengarai mengedarkan vaksi ke sejumlah rumah saki tan klinik kesehatan.
Untuk di DKI Jakarta, Agung mengatakan ada empat rumah sakit yang teridentifikasi menggunakan vaksi palsu.
"Rumah sakit kita baru mengidentifikasi ada empat, masih di Jakarta," kata Agung Setya.
Sementara itu, untuk apotek, ada dua apotek yang diidentifikasi menjual vaksin palsu. Agung belum mau menyebut detail rumah sakit dan apotek itu. Sejauh ini pemeriksaan sudah dilakukan terhadap pengelola rumah sakit tersebut. (sur)