“Tebusannya 200 juta Peso atau sekitar Rp61-Rp65 miliar,” katanya. Tapi ia melanjutkan, tebusan itu untuk empat orang. “Tiga orang belum dipastikan.”
Ketujuh sandera diduga berada di lokasi terpisah. Gatot mengatakan, titik sanderasalah satunya ada di Pulau Jolo, Filipina. Itu untuk empat sandera. Sedangkan tiga warga lainnya, sambungnya, belum dipastikan keberadaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah bahkan tidak memberi tebusan kepada kelompok teroris Abu Sayyaf yang menyandera 10 WNI. Sandera itu kini sudah dibebaskan.
Pekan lalu, tujuh awak kapal berbendera Indonesia, Charles 001 dan kapal tongkang Robby 152 diculik ketika berlayar menuju Filipina. Tugboat Charles 001 mengangkut batu bara, yang menurut Gatot dibutuhkan oleh sekitar 96 persen PLTU di Filipina.
Oleh karena itu, ke depannya perlu ada jaminan keamanan untuk kapal pengangkut batu bara. Salah satunya, sambung dia, adalah adanya pengawalan rute khusus. Tak hanya itu, kata Gatot, pengawalan juga dapat dilakukan pada masing-masing wilayah perbatasan dua negara, Indonesia dan Filipina. (rsa)