Jokowi Perintahkan Menkes-Kapolri Bekuk Pembuat Vaksin Palsu

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 29/06/2016 05:42 WIB
Jokowi menginstruksikan Menkes dan Kapolri menangkap semua pihak baik dari pemerintah, hingga pihak lainnya yang terlibat. Presiden Joko Widodo perintahkan Menteri Kesehatan dan Kapolri mengungkap dan menangkap semua orang yang terlibat dalam sindikat vaksin palsu. (CNN Indonesia/Widodo S Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menelusuri dinamika penyebaran vaksin palsu di Indonesia. Instruksi itu termasuk membongkar oknum-oknum yang terlibat dalam perkara ini.

"Menelusuri, membongkar, dan menangkap baik oknum di pemerintah mulai dari produksi, mengedarkan, semuanya," kata Jokowi di Istana Bogor, Selasa (28/6).

Menurutnya, penyebaran vaksin palsu merupakan kejahatan luar biasa karena telah terjadi selama belasan tahun. Dia berpendapat, masalah ini mempengaruhi kualitas sumber daya Indonesia di masa mendatang.


"Misalnya anak-anak dianggap sudah divaksin polio. Tapi palsu kan ternyata belum. Berbahaya sekali ini kejahatan luar biasa sekali," ucap mantan Wali Kota Solo ini.

Dia meminta agar produsen, pengedar, dan distributor vaksin palsu dihukum berat. Namun dia enggan menyebutkan jenis hukuman yang dimaksud.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berkata, dia belum menerima laporan detil mengenai cara dan kawasan peredaran vaksin palsu. Dia juga enggan menjawab saat ditanyai mengenai upaya pemerintah mengantisipasi berulangnya masalah ini.

"Urus dulu yang ini. Dirampungkan dulu," tuturnya.

Selasa siang, Kemenkes, BPOM, dan Bareskrim Polri menggelar rapat dan memutuskan membentuk satuan tugas penanganan vaksin palsu. Mereka akan menginvestigasi seluruh rumah sakit, lembaga, dan pihak lain yang diduga memakai berbagai jenis vaksin palsu.

Satgas juga akan mempercepat penanganan dampak vaksin palsu. Dalam waktu dekat ini, akan dilakukan identifikasi titik penyebaran vaksin palsu di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang mengatakan satgas ini akan bergerak untuk mencari data-data pihak yang diduga sebagai korban vaksin palsu.

Sebelumnya Bareskrim Mabes Polri menetapkan 16 orang menjadi tersangka pelaku bisnis vaksin palsu di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Penyidik mengamankan J, pemilik apotek dan toko obat di kawasan Bekasi, Jawa Barat; dan MF, pemilik apotek lainnya di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Lalu ada HS, H, R, L, dan AP yang berperan sebagai produsen atau pembuat vaksin palsu di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan AP diamankan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Kemudian tiga distributor yang ditangkap di kawasan Subang, Jawa Barat, namun belum diungkap secara rinci. Penyidik juga mengamankan pasangan M dan T dari wilayah Semarang, Jawa Tengah, dengan peran yang sama.

Sementara T dan S yang berperan sebagai kurir. Seorang tersangka lain yang berperan sebagai pencetak label dan belum diungkap identitasnya pun turut diamankan. (pit/pit)