"Sekarang masih finalisasi soal itu (operasi militer). Kita tunggu pemerintahan (Filipina) yang baru," ujar Luhut di Jakarta, Selasa (28/6).
Hasil pertemuan tersebut, kata Luhut, juga telah dibahas bersama dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Namun, dia enggan menyampaikan poin apa saja yang disepakati dalam rapat tersebut. Luhut menyatakan pemerintah masih memantau perkembangan situasi yang dilaporkan oleh Filipina dahulu.
"Saya belum berani berspekulasi terlalu jauh. Yang penting pertemuan Menhan dengan counterpart -nya di Filipina sangat bermanfaat untuk penyelesaian ini," ujarnya.
Saat itu, kapal membawa 13 ABK. Menurut juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, pada tahap pertama, hanya tiga ABK yang disandera. Lalu pada tahap kedua, empat ABK juga disandera, sementara enam ABK lainnya berhasil lolos.
Para penyandera diketahui meminta uang tebusan sebesar 200 juta peso atau sekitar Rp65 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT