Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyebutkan beberapa daerah yang akan disambangi adalah yang terletak di Jakarta Timur dan Bekasi.
"Artinya kami akan datang ke tempat yang dicurigai, di Jakarta Timur dan Bekasi," ujar Nila saat ditemui di Mabes Polri, Kamis (30/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut, kata Nila, bisa mempermudah kerja Kemenkes dalam melihat daerah mana saja yang menjadi lokasi penyebaran vaksin tersebut.
Menurut dia, kolaborasi tiga instansi tersebut bisa mempermudah tugas dan tanggung jawabnya dalam satuan tugas yang dibentuk beberapa hari lalu.
"Langkah awalnya adalah investigasi, sekarang kalau ditemukan (vaksin) akan langsung ditarik," ujar Ari Dono.
Sebelumnya Bareskrim Polri kembali menetapkan satu orang tersangka tertait kasus penyebaran vaksin palsu. Satu tersangka tersebut membuat total orang yang menjadi pesakitan berjumlah 17 orang.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan satu tersangka baru tersebut baru diamankan tadi malam. Tersangka berinisial ME tersebut bekerja sebagai bidan dan diamankan di klinik miliknya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.
Agung menjelaskan penemuan klinik di Ciracas tersebut membuka jalan bagi penyidik menemukan end user atau pengguna dari vaksin-vaksin tersebut. Nantinya para end user tersebut akan diperiksa apakah benar mereka disuntik vaksin palsu atau tidak.
Seandainya iya, maka mereka semua kemungkinan akan disuntikkan vaksin asli agar tidak memberikan efek buruk di waktu yang akan datang.
"Hari ini kami temukan penggunanya dan akan melakukan langkah bersama Kemenkes," kata dia.
(obs)