Setelah tak lagi bertugas di kepolisian nanti, Badrodin dinilai Koordinator Pusat Tampung Aspirasi Masyarakat Indonesia (Pustari) HM Arum Sabil, cocok untuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan Badrodin di BIN nantinya bisa jadi mitra Tito yang bakal jadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
Dengan keberadaan Badroddin di BIN dinilai Arum bisa menghindari adanya gangguan saat Kapolri baru memasuki masa transisi dan konsolidasi internal.
Apalagi sebelumnya pernah ada bekas Kapolri yang jadi Kepala BIN yakni Sutanto. Arum menilai Sutanto sukses menjadi Kepala BIN di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Dalam soal penyelesaian konflik sosial, Badroddin dikenal banyak sekali prestasinya, dan itu tidak perlu diragukan lagi. Dia juga sosok pemimpin yang terbuka pada kritik. Tidak reaktif, tetapi teduh serta teguh dalam bersikap," kata Arum.
Badroddin juga dinilai punya kemampuan membaca suasana kecenderungan sosial dan politik serta hal-hal lain terkait keamanan, tanpa terbaca oleh pihak lain. "Sisi ini adalah poin plus yang sangat penting sebagai pimpinan di BIN," kata Arum. (sur/antara)