"Karena (kejahatan) kesehatan hanya bisa diperangi, kejahatan bisa diberantas kalau bersatu. Kalau lembaga penagak hukum saling bahu membahu," ujar Jokowi di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jumat (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jokowi, kerja sama Polri dan Kejaksaan diperlukan dalam melengkapi bahkan memeriksa barang bukti dari tahap penyidikan ke penuntutan.
Sebagai catatan, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia sebelumnya mengindikasikan adanya korupsi karena pembiaran merebaknya vaksin palsu yang diduga berlangsung sejak 2003.
"Saya meyakini Polri mampu mengemban tugas yang mulia itu," ucap Jokowi.
Menangkan Hati Masyarakat
Jokowi juga menyoroti rendahnya kepercayaan masyarakat kepada Polri. Salah satu contohnya adalah tingginya makelar kasus dan pungutan liar antara masyarakat dan polisi.
Oleh karena itu, Jokowi meminta Polri menjaga kekompakan, menjaga soliditas di internal Korps Bhayangkara, dan berani mereformasi diri. Reformasi bisa dilakukan mulai dari sistem rekrutmen sampai ke pelayanan publik.
"Muaranya adalah perubahan sikap dan perilaku yang lebih profesional, lebih berintergritas, dan penuh tanggung jawab," tutur Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Di hari Bhayangkara ke-70, Jokowi juga berterima kasih kepada Polri karena terus menjaga keamanan, mengatur lalu lintas, memperlancar arus mudik menjelang hari raya lebaran, dan giat memberantas bahkan mencegah terorisme di Indonesia. (gil/gil)