Libur lebaran dimulai Senin (4/7) mendatang. Namun karena ada akhir pekan, para pemudik sudah mulai menyiapkan diri untuk berlebaran di kampung halaman bersama keluarga.
Ada fenomena baru dalam arus mudik tahun ini. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menuturkan, jumlah pemudik dengan moda pesawat udara tahun ini diprediksi membeludak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan di penerbangan domestik mencapai 12 persen. Di penerbangan internasional yang dihitung dari 35 bandara, ada kenaikan penumpang sebesar empat persen.
Kenaikan penumpang penyeberangan diprediksi sekitar 3,54 persen tahun ini. Kalau 2015 penggunanya 3,5 juta, tahun ini akan melonjak menjadi 3,7 juta penumpang.
Sementara penumpang moda kereta api kenaikannya 4,63 persen. Penumpang mudik 2016 diprediksi mencapai angka 4,1 juta, padahal tahun lalu hanya 3,9 juta. Moda angkutan laut kenaikannya paling sedikit, hanya 2,9 persen. Tahun 2015 penumpangnya 883.681 orang. Tahun ini diprediksi terjadi lonjakan tapi tak sampai satu juta, hanya 910.191 orang.
Sebaliknya, pemudik jalur darat justru mengalami penurunan 2,7 persen. Tahun ini orang-orang yang memadati jalur darat, baik bus maupun mobil pribadi kemungkinan hanya akan berjumlah 4,57 juta. Itu turun dibanding tahun lalu yang sampai 4,7 juta.
"Ini merupakan suatu gambaran bahwa masyarakat mulai menghargai waktu, memiliki daya beli lebih baik dibanding tahun lalu," kata Jonan menyimpulkan fenomena yang ada.
Lagipula, menurutnya tiket pesawat udara sudah semakin terjangkau oleh masyarakat menengah. Infrastruktur bandara-bandara di daerah pun mulai membaik. Maka, banyak yang lebih memilih praktis segera sampai tujuan dan hanya perlu menambah sedikit biaya.
"Navigasi udara semakin baik, semakin disiplin, kapasitas bandara makin ditingkatkan. Di negara kita yang kepulauan ini memang sudah seharusnya manusia menggunakan pesawat, kalau barang lewat tol laut,” ujar Jonan. (rsa)