Sedikit terbata-bata, dia bercerita, nasib buruk itu menghampirinya saat membelikan pelaku air minum.
"Siang tadi, saya diberinya uang Rp20 ribu. Ia minta tolong saya untuk membeli minum," ucapnya di Pos Polisi Terminal Kampung Rambutan, Minggu (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sewaktu saya ke toilet, dia juga mengikuti," ujar Warniti. Pelaku itu, kata dia, juga sempat menitipkan tas kepadanya.
"Saya teriak-teriak minta tolong, tapi enggak ada yang peduli," ujar Warniti.
Akibatnya, tas jinjing yang berisi identitas dan hartanya, seperti telepon genggam, raib dibawa pelaku. Padahal, hari ini dia berencana pulang ke Cilacap, Jawa Tengah, tempat kelahirannya.
Warniti tak menduga, niat baiknya justru membawa petaka. Ia hanya berharap dapat segera pulang ke Cilacap.
Namun, kepolisian berjanji mengupayakan perjalanan mudik Warniti untuk tetap terwujud. Usman berkata, ia akan menerbitkansurat pengantar kepada pihak operator bus.
"Yang penting bagaimana Ibu Warniti bisa berangkat ke Cilacap. Kasihan dia," ujar Usman.
Setelah membuat laporan dan keluar surat pengantar dari Kepolisian, Warniti lantas ditangani pihak Dinas Perhubungan untuk dibantu mengurus kepulangannya ke Cilacap.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Emiral August menambahkan, kejadian hipnotis ini merupakan kasus pertama selama musim mudik Lebaran kali ini.
"Kalau kriminal lain, Insya Allah aman. Ini baru kasus perdana," ujar Emiral. Dia mengimbau, agar calon penumpang agar selalu waspada dan hati-hati kepada orang yang tidak dikenal.
Lihat juga:Polisi Beri Tips Hindari Kejahatan Hipnotis |