Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Birgadir Jenderal Agus Rianto mengatakan, adanya potensi ancaman teror itu telah disebarkan ke seluruh petugas intelijen untuk diwaspadai.
"Pesan tersebut memang tidak jelas waktu dan tempatnya. Hanya warning bahwa akan ada aksi teror," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk identifikasi pelaku, bahan peledak, yang digunakan, masih dilakukan identifikasi," kata Agus.
Petugas kepolisian diakui Agus memang jadi sasaran serangan kelompok radikal. Petugas kepolisian dinilai menjadi penghalang aksi kelompok teror.
Sebelumnya Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Teror Wawan Purwanto mengatakan, adanya ancamanan teror memang sudah tercium sejak beberapa waktu lalu saat kelompok teror di Surabaya di tangkap.
Kelompok yang menyatakan diri tergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan akan menyerang saat Ramadan dan Lebaran.
Sebelumnya dalam pesan audio baru yang dirilis secara daring oleh kelompok militan ISIS Mei lalu, menyerukan para simpatisannya untuk menyerang. Namun disebutkan sasarannya saat itu adalah negara-negara barat, utamanya Amerika Serikat dan Eropa. (sur)