"Membaca indikasi global, pelaku di Solo meniru bom bunuh diri di Madinah. Kalau melihat cara-cara yang dilakukannya, pelaku belum profesional," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, melalui sambungan telepon, Selasa (5/7).
Sutiyoso menuturkan, aksi teror di Indonesia berbeda dengan target serangan kelompok teror di negara lain. Ia berkata, pelaku teror di Indonesia secara spesifik menargetkan polisi sebagai calon korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka menyerang pada saat ada keramaian," tuturnya.
Lihat juga:Bom Solo saat Ramadan Identik dengan ISIS |
Instruksi itulah, kata Sutiyoso, yang mengawali aksi bom bunuh diri dan penembakan brutal terhadap masyarakat di Paris, Istanbul, dan Madinah. "Targetnya aksi mereka, yang penting menimbulkan banyak korban," ujarnya.
"Lalu ada seorang yang masuk menggunakan motor dengan memaksakan diri menerobos lalu yang bersangkutan meledakkan diri," kata Boy.
Sementara itu, dalam kurun waktu 24 jam, tiga bom bunuh diri mengguncang Arab Saudi. Menurut laporan CNN, setidaknya empat orang meninggal dan satu orang luka karena bom bunuh diri di sekitar markas aparat keamanan dekat Masjid Nabawi, Madinah.
Menurut sumber, salah satu pengebom, yang tewas dalam ledakan bom tersebut, menargetkan petugas kemanan. Media lokal Arab Saudi memberitakan bahwa juga ada dua petugas keamanan Saudi yang meninggal karena ledakan tersebut.