Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto, mengatakan insiden yang melibatkan kendaraan roda dua selama lima hari terakhir mencapai 53 persen dari total kecelakaan.
Menurut Agung, mayoritas kecelakaan sepeda motor terjadi karena faktor penerangan jalan dan faktor konsentrasi. Dia berkata, konsentrasi pemudik sepeda motor berkurang drastis setelah mengemudi lebih dari lima jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaiknya kendaraan roda dua berangkatnya pagi dan kalau malam tidak usah berkendara lagi," kata Agung di Gedung National Traffic Management Center Polri, Jakarta, Selasa (5/7).
Pudji menuturkan, rencana pelarangan tersebut dibahas demi mengurangi angka kecelakaan sepeda motor saat arus mudik Lebaran.
Berdasarkan rekapitulasi sementara, periode H-12 sampai H-2 arus mudik Lebaran 2016, kecelakaan lalu lintas telah terjadi 2.339 kali. Angka itu merupakan gabungan kecelakaan seluruh moda angkutan. Korlantas Polri mencatat, berbagai kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp4,8 miliar.
Lihat juga:Mudik Ini (Tak) Membunuhku |