Ketika dihubungi CNNIndonesia.com, dia menjelaskan bahwa dalam kasus kemacetan di Brexit, masalah utama terletak pada ketidaksiapan infrastruktur dalam menampung kendaraan yang membludak. Hal itu juga membuat kemacetan sulit diurai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Macet terjadi karena keluar arteri sendiri sudah macet,” kata Dirut Waskita Karya M.Choliq, dikutip dari detikcom, Rabu (6/7).
Kemacetan ini diungkapkannya terjadi karena adanya pertemuan ruas arteri yang merupakan jalan nasional. Ruas jalan tersebut dianggap tak kuat menampung volume kendaraan yang besar saat mudik.
“Yang enggak mampu (menampung kendaraan) itu jalan arteri karena (jalannya) kecil,” ucapnya.
Kemacetan panjang di pintu keluar Brebes ini disebut juga karena tak adanya area istirahat yang membuat pemudik sulit mencari BBM dan istirahat. Menanggapi hal ini, ketiadaan rest area ini dianggap wajar karena pintu keluar ini bukanlah jalur keluar utama.
Kemacetan diklaim akan mudah terurai jika tol menuju Semarang sudah selesai dibangun.
(chs)