Seorang staf Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit tersebut, Pras, berkata pimpinannya belum memberikan instruksi apapun terkait publikasi penyakit yang diderita mendiang Husni.
"Saya tidak bisa memberitahu. Belum ada intruksi mengumumkan penyakit almarhum Pak Husni," ujarnya, Jumat (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Almarhum masuk tanggal 5 Juli, sebelum lebaran. Kemudian kami merujuknya ke RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina)," katanya.
Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, publikasi keterangan kesehatan itu penting untuk menjelaskan meninggalnya Husni yang mendadak.
"Pihak rumah sakit perlu memberikan keterangan, penyakit apa yang diidap oleh Pak Husni. Peristiwa ini begitu mendadak," ujarnya saat melayat jenazah Husni siang tadi.