Hampir tiga tahun, dirinya bekerja sebagai penarik perahu tambangan. Biasanya, Pardi ditemani sang istri, Mulyati saat bekerja. Namun kali ini, Pardi harus bekerja sendiri. Mulyati kembali ke kampung halamannya, Madura, dalam satu program Mudik Gratis.
"Istri pulang kampung ke Madura empat hari yang lalu,” kata Pardi, Rabu (6/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memaparkan dirinya ingin balik ke kampung halaman, namun tak punya uang. Selain itu, dirinya pun masih diberikan kepercayaan menunggu perahu tersebut. Di saat Lebaran, Pardi justru mengalami penurunan pendapatan. Penumpangnya, kebanyakan murid Sekolah Dasar, justru sejak Ramadan hingga kini masih berlibur. Sehari, penghasilannya sekitar Rp50 ribu hanya cukup untuk makan berdua, belum lagi potongan untuk pemilik perahu.
"Nggak makan ketupat, saya hari ini baru makan roti (kue bolu) ini yang dikasih orang tadi pagi," kata Pardi.
Tak hanya ketupat, baju baru Lebaran pun tak dia kenakan. Pardi menyatakan dia baru saja mendapat berkah Lebaran ketika menemukan celana dan helm hasil mengangkut barang bekas di Kanal Banjir Timur. Rencananya, celana itu akan dijahit dahulu sebelum dipakai. Sedangkan helm, Pardi akan menjualnya untuk mendapatkan tambahan.
Pardi pun berharap dia dan istrinya dapat berlebaran bersama dengan keluarga besar di Madura kelak.
"Saya ingin suatu hari nanti, kalau sudah ada modal, bisa kembali Lebaran di Madura,” katanya. (gil/asa)