Kasubdit Komunikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi mengatakan, Anwar kabur saat Rutan dalam kondisi ramai pengunjung. Jumlahnya mencapai sekitar 2.000 orang. Jumlah itu tidak sebanding dengan jumlah petugas Rutan.
Jumlah petugas yang berjaga saat kejadian sekitar 50 orang. Mereka terbagi di bagian pendaftaran pengunjung, registrasi, pemeriksaan barang bawaan, pengawasan ruang kunjungan, sisanya berada di ruang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk mengelabui petugas dengan cara istrinya sudah menyiapkan baju gamis dan spidol. Stempel yang sudah diterapkan ke istrinya ditempelkan ke tangan suaminya dan ditebalin dengan spidol, sehingga mereka bisa meloloskan diri," ujar Akbar.
Pada pukul 17.30 WIB, selesai kunjungan petugas melakukan pengecekan dan apel napi. Saat itulah diketahui Anwar tidak berada di dalam selnya, Blok P. Dua jam kemudian, petugas melanjutkan pengecekan kembali dan apel malam. Anwar tetap tidak ditemukan.
Saat ini, kata Akbar, Ditjen Pas telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari napi yang melarikan diri. Foto-foto Anwar juga telah disebarkan ke masyarakat. Dia mengimbau masyarakat yang menemui Anwar segera melapor kepada pihak yang berwajib.
"Kepada keluarganya diimbau agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri, karena tidak ada gunanya melarikan diri," kata Akbar. (gil)