Dia menjelaskan Husni memang sejak lama mengidap penyakit diabetes.
"Sakit, ada infeksi pencernaan dan kebetulan pada waktu itu gula darahnya sedang naik sehingga mengalami infeksi sistemik langsung menjalar ke aliran darah, organ vital dan paru-paru. Sehingga beberapa pembuluh darahnya pecah," kata Ferry di Kantor KPU, Senin (11/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin sesama Muslim harus bisa memahami bahwa proses yang terjadi itu bukan karena faktor apa-apa. Ya karena faktor semata sakit," tuturnya.
Senada, Komisioner KPU lainnya Hadar Nafis Gumay meminta agar dugaan-dugaan yang berkaitan dengan kematian Husni dihentikan.
KPU, kata dia, tak melihat ada kejanggalan dari kematian Husni. Menurutnya Husni meninggal memang karena sakit.
"Karena kami sempat berkomunikasi terhadap pihak dokter. Untuk lebih pastinya lagi kami juga komunikasi lewat pihak keluarga dan pihak keluarga ada komunikasi dengan pihak rumah sakit," kata Hadar.
"Saya berharap analisis-analisis yang tidak mendasar dihentikan. Orang sudah meninggal, saya kira tidak baik menjalankan hal tersebut," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua DKPP Jimly Ashiddiqqie meminta pihak rumah sakit yang sempat merawat Husni untuk memberikan keterangan terkait sakit yang diderita oleh koleganya itu.
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan pihak rumah sakit karena kepergian Husni yang sangat mendadak.
"Pihak rumah sakit perlu memberikan keterangan sakit apa yang diidap oleh Pak Husni, ini begitu mendadak," ujar Jimly di Rumah Duka Siaga Raya, Jakarta Selatan. (rel)