"Insha Allah teratasi. Pesawat yang datang dan pergi dari Malang digeser ke Bandara Juanda, penumpang akan diangkut lewat darat," kata Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya Dadun Kohar kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (11/7).
Dadun menuturkan, pengangkutan penumpang tersebut akan sepenuhnya ditanggung oleh maskapai. Surabaya-Malang dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 2-3 jam perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dudun, dua maskapai lainnya juga bakal dialihkan ke Juanda. Satu penerbangan lagi, tujuan Denpasar dari maskapai Wings Air dibatalkan karena bandara ditutup.
Dadun tak merinci jadwal, tujuan pesawat, serta jumlah penumpang yang di Bandara Malang itu. Dia hanya menyebut Bandara Malang hanya melayani empat maskapai yakni Sriwijaya Air, Batik Air, Citilink, dan Wings Air dengan tujuan Jakarta, Banjarmasi, dan Bali.
Pengalihan bandara dari Malang ke Surabaya, lanjut Dudun, sudah biasa terjadi lantaran Kota Malang yang terletak di wilayah pegunungan. Sehingga ketika cuaca buruk, penerbangan langsung dialihkan ke Bandara Juanda.
"Setiap saat mengalami cuaca buruk, pesawat diturunkan ke Juanda," ujar Dadun.
Bandara Juanda, tutur Dadun, juga tak memiliki masalah karena kondisi bandara yang masih dapat menambah sembilan pesawat di luar jadwal. Pengalihan bandara ini akan terus dilakukan sampai bandara di Malang dipastikan aman untuk melakukan aktivitas penerbangan.
Erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang membawa abu vulkanik ke arah barat-barat daya menyebabkan Bandara Abdul Rachman Saleh ditutup.
"Hujan abu vulkanik tipis di sekitar bandara menyebabkan pihak otoritas bandara menutup semua aktivitas penerbangan hinga besok hari," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers, Senin (11/7). (rdk)