“Proses ini memang tidak mudah, tapi diperlukan. Karena jenis imunisasi ulang yang diperlukan sifatnya individual,” kata Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Soedjatmiko dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/7).
Menurut Soedjatmiko, pihak rumah sakit juga perlu memastikan periode waktu menerima vaksin palsu dari para distributor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Apabila memang menerima vaksin palsu, segera melakukan imunisasi ulang,” kata Soedjatmiko. Orang tua akan mudah mengecek apabila memiliki buku imunisasi yang menyertakan label vaksin.
Menurut Soedjatmiko, vaksin palsu tidak terjadi pada jenis vaksin yang harganya murah seperti BCG, Polio dan campak. “Harganya murah sekali dan diberikan gratis oleh pemerintah dengan stok melimpah, sehingga ini tidak dipalsukan,” kata dia.
Sehingga, kata Soedjatmiko, pemberian imunisasi ulang dapat efektif karena jenis vaksin yang hanya diberikan satu kali seperti BCG, kemungkinan tidak dipalsukan.
Kementerian kesehatan berencana memberikan imunisasi ulang dan telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan, khususnya wilayah-wilayah yang terindikasi penyebaran vaksin palsu, untuk melakukan vaksin ulang berdasarkan sejumlah kriteria.
[Gambas:Video CNN] (yul)