Baku tembak ini menewaskan dua orang, salah satunya menyerupai Santoso, simpatisan ISIS. Sejumlah ciri-ciri memang menyerupai teroris yang sejak lama menjadi target pemerintah, seperti tahi lalat di dahi dan jenggot.
Kedua korban tembak akan dibawa, dibersihkan, dan dites DNA di RS Bhayangkara, Palu. "Ya mudah-mudahan itu yang bersangkutan," ucap Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menuturkan, kedua korban jiwa ialah yang bertahan melawan polisi di lapangan. Sementara itu, tiga orang lainnya melarikan diri. Dia tidak menyebutkan ciri-ciri tiga orang yang melarikan diri.
Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak ada polisi yang menjadi korban dari baku tembak tadi.
(obs)