Menurut Rudi, baku tembak itu berawal dari patroli Tim Alpha, bagian dari Operasi Tinombala. Tim ini merupakan gabungan TNI-Polri yakni Tim Alpha 92, Batalyon 515 dan Kostrad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam baku tembak inilah dua orang dari kelompok bersenjata itu tewas. Salah satunya adalah Santoso alias Abu Wardah. Gembong teroris paling dicari ini adalah pemimpin Mujahidin Indonesia Timur yang menyatakan diri bergabung dengan ISIS.
Tiga orang yang lolos tersebut diduga adalah Jamiatun Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi Delima (istri Santoso), Nurmi Usman alias Oma (istri Basri), dan satu lelaki.
Ketiganya berhasil kabur disebabkan faktor cuaca. Mereka berada di pinggir kali. "Ketika ditembak dua, tiga lainnya belum bisa ditangkap tapi melarikan diri," ujar mantan Kapolres Poso ini.
Dia memastikan jajarannya terus mencari ketiga orang ini dan 16 orang lain yang dipimpin Ali Kalora. Total diperkirakan masih ada 19 orang anggota kelompok Santoso yang belum tertangkap.
Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, operasi Tinombala bakal terus dilakukan sampai seluruh kelompok teroris di kawasan Poso berhasil dilumpuhkan. (sur)