"Saya tidak setuju konsep survei BPS seperti itu," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jumlah penduduk miskin per Maret tahun ini turun dibandingkan jumlah penduduk miskin tahun lalu yakni 398,92 ribu orang.
Ahok menduga, meningkatnya angka kemiskinan dipicu karena naiknya nilai dollar Amerika.
Untuk itu Ahok berencana memberi subsidi ke transportasi, perumahan, pendidikan, kesehatan, lokasi kerja, dan tempat usaha. Sebab, Ahok menilai hal-hal tersebut merupakan faktor yang menyebabkan kemiskinan.
Untuk subsidi transportasi dianggarkan sebesar Rp3,2 triliun yang digunakan agar biaya transportasi bus TransJakarta Rp3.500 dari Tangerang, Depok, dan Bekasi. Adapun untuk pendidikan lebih dari Rp2 triliun. Sementara ratusan miliar dikucurkan untuk subsidi daging bagi anak-anak penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sedangkan untuk infrastruktur, tutur Ahok, akan dibebankan kepada para pengembang.
Ahok menuturkan daya saing tenaga kerja di Jakarta terhadap tenaga kerja asing ditingkatkan dengan sertifikasi dan pelatihan.
"Kami sudah lakukan. Asing yang datang juga enggak banyak kok," kata Ahok. (sur)