Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, larangan itu bukan instruksi langsung Presiden Joko Widodo, melainkan arahan dari Sekretariat Presiden.
"Ini kan Kantor Presiden, harus steril dari segi keamanan, masak mau main Pokemon Go? Kasihan juga Paspampres, masak mengawasi orang-orang yang main Pokemon Go?" kata Bey di Istana Negara, Rabu (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemain Pokemon Go memang dapat menemukan dan menangkap sejumlah monster seperti Ratatta dan Bulbasaur di dalam Istana Negara.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berpendapat Pokemon Go berpotensi menjadi persoalan.
"Sekarang perkembangan kejahatan itu macam-macam. Permainan Pokemon ini bisa jadi masalah di kemudian hari," kata Luhut di Kantor Kemkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Menurutnya, saat ini pemerintah masih mengkaji bahaya yang ditimbulkan dari permainan Pokemon, dan belum mengeluarkan kebijakan apapun terkait dampak permainan tersebut.
"Saat ini masih kami amati apakah benar (Pokemon Go) bisa digunakan untuk kepentingan lain. Kami sangat mewaspadai perkembangan teknologi yang begitu cepat," ujar Luhut.
Animasi Pokemon sempat populer di kalangan anak-anak era 1990-an. Kini para penggemarnya bisa mencari poket monster dan mempertarungkannya dengan kepunyaan lawan melalui permainan Pokemon Go.
Pokemon Go dimainkan dengan menggunakan kamera telepon seluler secara real time atau langsung. Pengguna berlomba-lomba mencari sosok animasi Pokemon di segala penjuru menggunakan kamera ponsel, dengan latar layar gambar nyata keadaan sekitar.
Belakangan muncul kekhawatiran, secara tak sadar pengguna yang sedang berburu Pokemon di lokasi-lokasi vital seperti markas militer, dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi melalui gambar dan video.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpendapat permainan Pokemon Go merugikan orang lain. Dia menduga jika ada yang bermain Pokemon Go di sejumlah objek vital negara, maka intelijen asing bisa memetakan objek vital di Indonesia.
Ryamizard mengatakan perkembangan teknologi intelijen amat cepat hingga tak boleh disepelekan. Kecanggihan teknologi intelijen kini bisa masuk ke semua lini kehidupan masyarakat, termasuk melalui game.
"Makanya kita harus hati-hati. Apapun bentuknya, intelijen bisa masuk. Lewat Pokemon ini bisa saja," ujar Ryamizard.
Sejumlah instansi seperti Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan TNI Angkatan laut, mengeluarkan larangan bagi anggotanya untuk bermain Pokemon Go di lingkungan mereka.