Deputi Eksekutif S Rajaratnam School of International Studies Ong Keng Yong menyatakan pemahaman korporasi di sebagian negara ASEAN tentang pentingnya corporate social responsibility (CSR) dalam implementasi bisnis berkelanjutan, masih rendah.
Menurut Yong, hal itu disebabkan oleh orientasi pelaksanaan praktik CSR korporasi di empat negara sampel - Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand masih belum terintegrasi sebagai inti operasi perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yong menuturkan jika CSR benar-benar diterapkan dalam strategi perusahaan secara holistik, maka perusahaan dapat menyokong pembangunan berkelanjutan. Dia menuturkan penerapan itu dilakukan untuk memperkecil kesenjangan sosial.
Riset Centre for Governance, Institutions, and Organizations National University of Singapore (NUS) Business School memaparkan rendahnya pemahaman perusahaan terhadap praktik CSR, menyebabkan pula rendahnya kualitas tanggung jawab sosial. Riset itu melakukan studi terhadap 100 perusahaan di empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. (asa)