Keduanya saling melemparkan candaan di sela-sela menunggu kedatangan Presiden Jokowi di Istana Negara, kemarin.
Kedatangan Presiden adalah untuk melantik Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny Kusumastuti Lukito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia ngambil tisu sebetulnya, tapi kan selalu ada rokok, tapi saya bilang 'eh awas lho ya ambil rokok lu ya, lu mau ngerokok di Istana lu,'" ujar Ahok.
"Terus dia bilang, “Kamu juga nih Gubernur, awas kamu. Kamu nih ngelarang ngerokok di mana-mana bikin saya susah ngerokok aja,” tutur Ahok menirukan ucapan Susi.
Ahok menyatakan dirinya berhubungan baik dengan Susi meski saat ini persoalan mengenai reklamasi terus berlanjut.
Ahok menolak keputusan tersebut dan menunggu adanya keterangan tertulis dari Rizal, selain rapat terbatas bersama Presiden Jokowi. Hal itu, sambunngya, dikarenakan izin tersebut harus dikeluarkan Presiden bukan Menteri.
Ahok menegaskan izin reklamasi juga berangkat dari Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun1995 Tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta."Kalau Keppres ya enggak bisa Kepmen mengubah Keppres. Pergub juga enggak bisa ubah Keppres," kata Ahok. (asa)