Pada Selasa malam, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri ke Istana Negara. Mereka di antaranya adalah Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dan Menteri ESDM Sudirman Said.
“Alhamdulillah, tugas besar selesai. Ladang & perjuangan makin lebar,” kata Sudirman dalam akun Twitternya, Rabu (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain persoalan energi, Sudirman pun menjadi sorotan media ketika kasus dugaan pencatutan nama Presiden untuk saham PT Freeport Indonesia, mencuat pada akhir 2015. Saat itu, Ketua DPR RI Setya Novanto diduga mencatut nama Presiden terkait dengan pembagian saham perusahaan tambang emas tersebut.
Di sisi lain, Kejaksaan Agung juga menyelidiki kasus dugaan korupsi tersebut. Namun hingga kini, tak jelas pengungkapan kasus tersebut.
Sudirman juga aktif dalam kegiatan koordinasi dan supervisi bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sektor pertambangan. Targetnya, pemerintah dapat mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tak memiliki status Clean and Clear dan memperoleh pendapatan negara.
“Jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang hebat ini. Thx semua,” kata Sudirman dalam cuitannya. (asa)