Keberadaan ladang di ketinggian 720 mdpl perbukitan Gunung Seulawah itu berhasil terdeteksi berkat pencitraan satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk bisa tiba di ladang yang berjarak sekitar 8 kilometer dari permukiman penduduk. Jalan terjal dan penuh semak menyulitkan petugas untuk bisa menemukan lokasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemusnahan ladang ini dilakukan untuk mencegah terjadinya peredaran ganja tersebut," ujar Anggoro saat ditemui dilokasi pemusnahan ladang.
"Sementara mencari pelaku, kami juga terus berusaha mencari titik-titk ladang ganja lainnya dengan mengandalkan hasil pantauan satelit milik LAPAN," kata Anggoro.
Sepanjang tahun 2016, BNN telah melakukan pemusnahan ladang ganja sebanyak empat kali dengan total luas lahan ganja yang dimusnahkan mencapai sekitar 18,5 hektar.
Sebelumnya, pada Februari 2016, BNN memusnahkan 1,5 hektar lahan ganja yang terletak di kawasan Lamteuba. Kemudian di bulan April, BNN kembali menemukan ladang ganja seluas 7 hektar dikawasan Gunung Seulawah Agam. Tak jauh dari lokasi tersebut, pada bulan Mei, BNN kembali menemukan ladang serupa seluas 7 hektar. (ags)