Laporan akhir diperlukan guna mengetahui ada atau tidaknya kendala di lapangan. Hingga saat ini, kata Prasetyo, dia belum menerima laporan kendala di Pulau Nusakambangan.
"Saya masih menunggu laporan akhir evaluasi di lapangan. Kalau sudah saya terima baru saya sampaikan," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara itu mengaku mendapat informasi dari seorang pejabat di Pulau Nusakambangan. Kliennya adalah salah satu yang akan dieksekusi malam nanti.
Sampai saat ini, ada 14 nama terpidana mati yang akan dieksekusi tim eksekutor di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Berdasarkan data yang dihimpun, pihak yang akan dieksekusi mati kali ini tidak hanya berasal dari Indonesia. Sejumlah terpidana mati berasal dari luar negeri seperti Zimbabwe, Nigeria, Pakistan, dan India.
Dua warga negara Zimbabwe yang akan dieksekusi adalah Ozias Sibanda dan Fredderikk Luttar. Sementara warga Nigeria ada lima nama yaitu Obina Nwajagu, Humprey Ejike alias Doctor, Michael Titus Igweh, Okonkwo Nongso Kingsley, dan Eugene Ape.
Terdapat juga satu warga negara Nigeria dengan paspor Senegal yakni Seck Osmane. Kemudian, warga negara Pakistan yang hendak dieksekusi adalah Zulfiqar Ali. Warga negara India yang masuk daftar tersebut ialah Gurdip Singh.
Sisanya, keempat nama terpidana mati yang akan dieksekusi adalah Freddy Budiman, Merry Utami, Agus Hadi, dan Pujo Lestari yang berasal dari Indonesia. (asa)