Muhammad Ilman tewas setelah ditembak anggota Brimob yang hendak melakukan penyergapan terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Desa Towu, Poso, Sulawesi Tengah, Rabu sekitar pukul 12.30 WITA.
Gatot mengatakan, Ilman gugur dalam menjalankan tugas negara. Gugur pada waktu menjalankan tugas, kata Gatot, merupakan idaman bagi setiap prajurit TNI. Sebab menurutnya, gugur berarti mati sahid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Tim Bravo yang terdiri dari personel Polri mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya orang tidak dikenal. Mereka datang di lokasi yang sama dan melakukan penyergapan. Insiden pun terjadi.
"Tim Bravo berniat untuk keberhasilan, Tim Sandi Yuda juga berniat untuk keberhasilan. Hanya terjadi salah prosedur, itu iya," kata Gatot.
Gatot memerintahkan kepada prajuritnya untuk tetap melanjutkan tugas Satgas Tinombala. Dia meminta prajuritnya tidak menaruh dendam dengan sesama tim gabungan.
"Lanjutkan tugas dalam Satgas Tinombala, teman-teman Tim Bravo tidak berniat membunuh, tapi (Ilman) tertembak. Sama-sama berniat untuk keberhasilan," kata Gatot.
Gatot juga mengimbau kepada semua anggota kelompok Santoso yang masih tersisa untuk menyerahkan diri. Proses hukum akan tetap berjalan secara obyektif. Mereka yang memilih kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, kata Gatot, memiliki peluang untuk mengajukan grasi.
"Tapi kalau di hutan, saya dengan Kapolri bersepakat akan kami kejar sampai manapun juga. Percayalah, bahwa tidak ada tempat yang aman bagi teroris di Indonesia selama TNI dan Polri bersama-sama," tegasnya. (wis)