Hal ini dilihat dari Partai Golkar yang mendukung pencalonan Presiden RI Joko Widodo untuk maju kembali pada Pemilihan Presiden 2019.
Politikus PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan masa Pilpres yang masih tiga tahun lagi dapat memungkinkan keputusan Golkar berubah. Hal ini dinilai dari dinamika politik yang tidak dapat diprediksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perombakan kabinet tersebut, sambungnya, menandakan ketidakpuasan Jokowi atas kinerja pemerintahannya selama dua tahun belakangan. Maka itu, ia menambahkan sebaiknya partai politik dan masyarakat mau memberikan kesempatan pada Jokowi untuk bekerja.
Dia mengatakan dengan dukungan tersebut, Partai Golkar telah mengakui keunggulan dan keberhasilan proses kaderisasi di internal PDI Perjuangan.
"PDI Perjuangan mengucapkan terimakasih atas dukungan Partai Golkar yang mengakui keunggulan dan keberhasilan proses kaderisasi partai," ucapnya.
Setya menjelaskan, Golkar berkomitmen memenangi Pemilu 2019 dengan target 120 kursi di parlemen. Hal itu pula sekaligus menguatkan dukungan kepada Jokowi.
"Kami tetap konsisten. Pengurus menginstruksikan kader di parlemen. Semua harus mendukung program pemerintah," kata Setya dalam penutupan rapat pimpinan nasional di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28/7) malam. (asa)