"Keyakinan saya, ini tidak akan merembet ke daerah lain. Kejadian di Tanjungbalai itu bersifat spontanitas," ucapnya di Parapat, Sabtu (30/7), seperti dilansir Antara.
Sutiyoso menuturkan, pembakaran rumah ibadah tersebut bukanlah persoalan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Menurutnya, aksi massa itu hanya tanggapan spontan atas protes seorang warga atas suara azan yang terlalu keras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, Sutiyoso mendorong masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana. Ia berkata, kebersamaan dan penghargaan antaretnis dan pemeluk agama harus tetap dijaga.
Siang tadi, Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Raden Budi Winarso mengunjungi wihara dan kelenteng yang dibakar massa. Di sana, Raden berkata, kepolisian masih terus menyelidiki permasalahan utama yang memicu kerusuhan.
"Semua masih dalam penyelidikan. Saya belum mendapat data konkrit mengenai pemicu atau oknum yang memprovokasi pembakaran dan perusakan," ujarnya.
Tujuh orang yang ditangkap dan dimintai keterangan kepolisian adalah FR (15), HK (18), AA (18), MAR (16), MRM (17), AJ (21) dan MIL (10). Mereka ditangkap beserta barang bukti berupa velg mobil, tabung gas elpiji, dan tape.