Foke sapaan Fauzi, saat itu mencalonkan diri kembali pada Pilkada DKI Jakarta 2012 sebagai petahana. Namun ia harus kalah dengan Joko Widodo sebagai "pendatang" baru.
Menurut Siti, ada kesamaan pola dan situasi yang dialami Ahok dan Foke. Selain unggul dalam survei, Ahok juga banyak mendapat dukungan partai politik seperti Foke.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti menilai, karakter Ahok dalam beberapa kesempatan memiliki kesamaan dengan Foke, seperti digambarkan sebagai sosok yang pemarah, dan cenderung tidak sabar.
"Hal yang sama jika Ahok yang pemarah dan sebagainya itu dikontraskan dengan orang yang lebih konkrit dan sabar, sama saja, selesai," ucap Siti.
Hingga kini, PDI Perjuangan sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta 2012, belum menentukan pilihan calon gubernurnya.
Lihat juga:Ahok Diminta Jangan Ganggu Proses PDIP |
Dari tiga kluster tersebut, PDI Perjuangan memasukkan nama Ahok dalam kluster ketiga. Selain Ahok, nama lain yang masuk kluster ketiga adalah Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso.
Adapun nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk kluster kedua. Kluster kedua, kata Andreas ialah kader yang dianggap memiliki kemampuan dan sudah dipantau partai.
"Mereka merupakan kader partai yang tidak mendaftar. Tapi PDI Perjuangan punya catatan dan memperhatikan dukungan masyarakat terhadap mereka," kata Andreas kepada CNNIndonesia.com Jumat pekan lalu.