"Indonesia merupakan salah satu negara yang masih memiliki spesies harimau di antara 13 negara lain di dunia. Jadi, kita harus mendukung terus penegakan hukum tindakan kejahatan terhadap satwa liar yang kerap dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab," ucap Koordinator Pengelolaan Habitat dan Ekosistem WWF Sentral Sumatera Nurcholis Fadhli pada puncak peringatan Hari Harimau Sedunia di Pekanbaru, seperti yang dikutip dari Antara pada Minggu (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan Hari Harimau Sedunia jatuh pada 29 Juli yang dimulai sejak 2010.
"Nasib Harimau Sumatera kini berada di ujung tanduk dan terancam punah. Meskipun ada kelahiran, tetapi ada juga kematian, karena konflik dengan manusia dan sebagainya. Untuk itu kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga dan melindungi satwa liar maupun yang dilindungi," ungkap Syamsidar.
Ia juga meminta dukungan untuk penegakan hukum kepada pelaku penangkap, pemburuan dan perdagangan satwa liar.
Berdasarkan pantauan Antara, kegiatan Hari Harimau Sedunia yang diselenggarakan di Riau yakni jalan santai sepanjang Jalan Diponegoro Pekanbaru menuju taman kota, lomba mewarnai tingkat Sekolah Dasar, kontes foto via instagram, serta dimeriahkan pembacaan dongeng bertema satwa.
(ard/ard)