Dalam suratnya, Professor Studi Islam Kontemporer Universitas Oxford itu mengatakan bahwa eksekusi yang dijatuhkan pemerintah Indonesia terhadap empat pengedar narkotik, Jumat (30/7) lalu, tak ada pijakannya dalam hukum Islam.
"Tidak ada hukuman spesifik dalam hukum syar'iat kepada para pengedar narkotik. Dan seperti yang akan Anda tahu, prinsip Al Quran melarang perampasan hak hidup setiap manusia dan menetapkan bahwa kehidupan hanya dapat diambil jika ada aturan eksplisit dalam kerangka hukum syari'at. Dengan demikian, hukuman mati karena pelanggaran yang berhubungan dengan narkoba, sama sekali tidak diatur dan/atau tidak sesuai dengan yang telah disepakati dalam kerangka hukum Islam," tutur Tariq dalam suratnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, mereka (terpidana mati) tidak mendapat pendampingan yang efektif atau tidak mengerti proses yang sedang mereka hadapi. Saya juga tahu bahwa sejumlah terpidana diduga mengalami penyiksaan dan penyalahgunaan; sekali lagi, ini sepenuhnya bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam - jelas di sini ada distorsi terhadap penafsiran dan penerapan prinsip-prinsip Islam."
"Karena itu, sebagai kepala negara, saya meminta Anda untuk mengikuti bimbingan Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan umat Islam untuk mengampuni dan memaafkan pelaku, mendorong pertobatan dan belas kasih, dan bila memungkinan menangguhkan hukuman mati."
"Saya juga meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi eksekusi di masa lalu dan menunda rencana eksekusi di masa depan," ujar Tariq.
Pada tahun 2000, Tariq terpilih sebagai seorang tokoh inovator agama Abad 21 versi majalah Time dan pada 2004 ia terpilih sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. Foreign Policy, salah satu majalah bergengsi di dunia memasukkan Tariq dalam daftar 100 pemikir paling berpengaruh di dunia pada tahun 2005, 2006, 2008-2010, 2012-2015.
Tariq sudah menulis puluhan buku yang mengangkat tema seputar Islam, di antaranya Islam, the West and the Challenges of Modernity (2001), Western Muslims and the Future of Islam (2004), Radical Reform:Islamic Ethics and Liberation (2008), The Arab Awakening: Islam and the New Middle East (2012). Buku-bukunya juga sudah banyak diterjemahkan oleh penerbit di Indonesia.
(wis)