Selain membahas pembebasan sandera, kata Wiranto, kedua negara juga akan membicarakan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Filipina, khususnya mengenai kesepakatan bersama terkait satuan tugas pengamanan atau join task force.
"Itu nanti rencananya kami akan buat kesepakatan bersama untuk ada join task force untuk melawan (penyanderaan), sehingga tidak perlu bolak-balik melawan kalau ada penyanderaan," kata Wiranto saat ditemui di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Indonesia telah mengutus seorang negosiator ke Filipina untukmenemui Misuari. Menurut Luhut, pemerintah Indonesia ikut melibatkan Misuari sebagai pihak penghubung yang dianggap bisa membantu membebaskan sandera.
Hingga kini, sepuluh WNI masih disandera di Filipina oleh kelompok Abu Sayyaf. Tujuh WNI di antaranya merupakan anak buah kapal tugboat Charles 001 dan Robby 152. Mereka disandera di Laut Sulu, Filipina Selatan, saat sedang menempuh perjalanan membawa batu bara dari Tagoloan Cagayan, Mindanao, menuju Samarinda. Sementara tiga WNI lainnya disandera pada waktu yang berbeda, 9 Juli lalu.
Pada kasus penyanderaan 14 WNI di Filipina sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryaducu menyebut Misuari ikut membantu proses diplomasi dengan Abu Sayyaf dalam memuluskan pembebasan sandera. Karena kedekatan dengan Misuari pula, Mayjen Purnawirawan Kivlan Zen disebut terlibat dalam proses pembebasan tersebut. (wis)