Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan lutusan Gamalama dipicu gempa tektonik berkekuatan 4,6 skala richter. Erupsi itu terjadi beberapa menit usai gempa.
"Guncangan gempa menyebabkan tekanan dalam dapur magma Gunung Gamalama. Pukul 6.28 WIT, erupsi tipe eksplosif lemah terjadi," ucapnya melalui keterangan tertulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pengecekan petugas BPBD serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), material abu ditemukan tipis di daerah Ake Huda atau sebelah selatan tenggara lereng Gamalama.
Hingga saat ini, kata Sutopo, aktivitas Gamalama masih dalam level tiga atau waspada. Status itu tidak memperbolehkan masyarakat beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Gamalama.
"Evaluasi lebih lanjut sedang kami lakukan ntuk penetapan peningkatan tingkat aktivitas Gamalama," tuturnya. (abm)