"Bagus kalau Risma maju, ada alternatif dan lebih seimbang," kata Mahfud MD di Surabaya, Rabu 3/8) seperti dilaporkan Antara.
Menurut Mahfud, meski dari hasil beberapa survei, Ahok masih berada di posisi teratas, namun, Risma akan dapat mengimbangi Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Risma memperebutkan 35 persen itu akan punya peluang. Tapi paling tidak seimbang sehingga demokrasi akan hidup," katanya.
PKB menilai Risma merupakan sosok ini pantas untuk dijadikan pemimpin DKI. Meskipun Risma adalah kader PDIP, namun jika namanya diusung maka PKB siap untuk mendukung.
"Risma punya track record yang bagus, berprestasi, tegas dan disukai oleh rakyat Surabaya. Cocok untuk Jakarta. Sekelas Bu Risma ke Jakarta punya visi. Cuma masalahnya PDIP mau mengambil dia atau tidak. Kalau kita dorong dia," kata Wakil Ketua DPW PKB DKI, Abdul Aziz seperti dilaporkan detikcom.
Aziz mengatakan, prinsipnya PKB menunggu keputusan dari PDIP dan beberapa partai lain yang belum mendeklarasikan calonnya.
Lihat juga:PDIP: Dukungan Risma Maju Pilgub Makin Besar |
Gembong mengatakan, jika Gerindra dan PDIP sepakat berkoalisi, hampir dipastikan hanya ada satu penantang Ahok. "Kuncinya memang di PDI Perjuangan dan Gerindra, kalau ini ketemu bisa jadi head to head," kata Gembong.
PDI Perjuangan dan Gerindra saat ini memegang peran penting lantaran jumlah kursi keduanya di DPRD DKI Jakarta dominan. PDI Perjuangan berada di urutan pertama dengan jumlah kursi 28 dari 106 kursi. Sementara Gerindra berada di urutan kedua dengan jumlah 15 kursi.
Dengan syarat minimal 22 kursi untuk mengajukan pasangan calon dalam Pilkada, PDI Perjuangan bisa mengusung pasangan calonnya sendiri. Namun Gembong menilai Pilkada nanti bakal lebih seru jika hanya ada dua pasang calon.