"Sebagai relawan kami pasti mematuhi instruksi Pak Jokowi. Tetapi, Presiden sebagai kepala negara dan lembaga tertinggi, terlalu besar untuk mencampuri Pilkada Jakarta. Saya percaya presiden akan bersikap netral," kata Arie kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/8).
Pernyataan itu dikeluarkan Arie menyikapi beragamnya dukungan sejumlah kelompok relawan Jokowi terkait dengan Pilkada DKI Jakarta. Hingga hari ini, kata Arie, belum ada kesepakatan bersama di antara kelompok relawan pendukung Jokowi dalam mendukung calon Gubernur DKI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Arie yakin presiden akan bersikap demokratis. Yaitu dengan membebaskan kelompok relawan untuk memutuskan sikap politik mereka. "Karena ini pestanya rakyat Jakarta. Presiden pasti akan membiarkan proses politik ini berjalan alami, sesuai kehendak warga Jakarta," ujarnya.
Lihat juga:Saat Ahok Semobil dengan Jokowi dan Megawati |
Hal itu, kata Panel, dia ketahui saat 23 kelompok relawan Jokowi menggelar pertemuan di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dari jumlah tersebut, 18 kelompok cenderung menginginkan sosok pemimpin baru. Selebihnya, ada 3 kelompok mendukung Ahok dan 2 kelompok mendukung Djarot Saiful Hidayat (Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Nama alternatif yang muncul adalah Tri Rismaharini dan Rizal Ramli. Tetapi ini baru sebatas dugaan saya saja saat mendengar pandangan umum masing-masing kelompok relawan," kata Panel.
"Sebagai relawan kami akan berkonsultasi dengan presiden.Tapi kami berharap presiden akan netral, tidak memihak salah satu calon. Karena dengan itu, yang diuntungkan adalah rakyat Jakarta," imbuh Panel.