Data Kemdikbud menyatakan terdapat sekitar 30.000 pengawas sekolah di Indonesia. Konsultan sekaligus Senior Advisor for Knowledge Management and Communications Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia, Totok Amin Soefijanto mengatakan pengawas sekolah memainkan peran kunci dalam menjamin mutu dan akuntabilitas sistem pendidikan.
"Mereka memiliki dua tugas utama yakni memastikan bahwa standar pendidikan dilaksanakan setiap satuan sekolah. Serta memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap guru atau kepala sekolah," kata Totok dalam acara Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat (Kopi Darat) di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Sekolah SMA 1 Tambun Selatan, Bekasi, Endang Srihartati menyatakan belum merasakan peran dari pengawas sekolah. "Dulu bahkan kami hampir tidak kenal dengan pengawas sekolah karena umumnya mereka berinteraksi dengan Kepsek saja. Guru-guru jadi bertanya apa sih peran pengawas itu," tutur Endang.
"Sistem pengangkatan pengawas sekolah masih menjadi tantangan besar disini. Perlu ada pembenahan," kata Totok.
Selain melakukan pembenahan sistem rekruitmen, tutur Garti, Kemdikbud berupaya mendata dan mengevaluasi persyaratan serta kriteria yang telah dimiliki setiap pengawas sekolah.
Pengawas sekolah di Indonesia saat ini berjumlah sekitar 30 ribu orang. Dari angka itu, Garti mengakui banyak yang belum memenuhi syarat minimal menjadi pengawas sekolah.
"Pembenahan rekruitmen jadi bagian dari program kami dalam dua tahun terakhir. Memastikan pengawas sekolah harus lulus seleksi administrasi, guru dan bersertifikat pendidik, terutama menyangkut persiapan kapasitas diri sebagai pengawas sekolah," ujar Garti. (wis/wis)