GRD disebut kepolisian sebagai pemimpin kelompok teror Batam. Mereka tergabung dalam kelompok Khatibah Gigih Rahmat (KGR).
Sementara itu, Bahrun Naim merupakan sosok yang diduga polisi sebagai otak serangan teror di Jalan Thamrin, Jakarta, 14 Januari silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak boleh meremehkan kelompok ini. Kapolri pernah katakan, kebiasaan Bahrun Naim adalah melakukan online training," ucap Boy.
Lebih dari itu, Boy menyebut KGR berjejaring dengan Mujahidin Indonesia Timur. KGR menjadi pintu masuk bagi orang-orang etnis Uighur ke kelompok yang pernah dipimpin Abu Wardah alias Santoso tersebut.
"Ini adalah kelanjutan dari penangkapan Ali di Bekasi saat malam Natal 2015 bersama Abus Mus'ab," tutur Boy.
Jumat lalu, kepolisian menangkap enam orang terkait KGR. Mereka adalah GRD (31 tahun), TS (46), ES (35), T (21), HGY (20), dan MTS (19).Penangkapan terjadi di lima lokasi berbeda di sekitar Batam.
Hingga saat ini, kepolisian masih terus mencari barang bukti terkait dugaan rencana serangkaian aksi teror yang telah direncanakan kelompok tersebut. (abm)