Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Djarot Saiful Hidayat punya jawaban menarik saat ditanya perihal isu pencalonan Risma itu. "Yang benar Bu Risma sebagai juru kampanye nasional," kata Djarot yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rabu (10/8).
PDI Perjuangan beberapa hari lalu memang menunjuk Risma sebagai juru bicara kampanye nasional dalam Pilkada pada serentak awal tahun depan. Tetapi penunjukan itu tidak berhasil meredupkan namanya sebagai kandidat calon gubernur DKI Jakarta yang akan diusung oleh PDI Perjuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aduh, kalau peluang macam-macam. Semua ada peluang sebelum rekomendasi DPP dan Ketua Umum (Megawati)," tutur Djarot yang juga menjadi kandidat calon gubernur atau wakil gubernur Jakarta dari PDI Perjuangan.
Risma menjadi Wali Kota Surabaya pada 2010 dengan meraih sekitar 38 persen suara. Ia kembali terpilih di periode ke dua dengan menang telak mengumpulkan sekitar 86 persen suara.
Risma resmi dilantik Februari 2016, artinya di periode kedua Risma baru memimpin Surabaya selama enam bulan.
Saat ini PDI Perjuangan sebagai pemilik suara terbanyak di DKI Jakarta tengah mempersiapkan koalisi besar dengan tujuh partai yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, PPP, PAN, dan PKB. Koalisi ini belum menyepakati pasangan yang bakal diusung sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta. (wis/wis)