Basuki pada Rabu (10/8) menjanjikan sejumlah fasilitas kepada warga Bukit Duri yang bersedia pindah ke rusun Rawa Bebek. Warga yang memiliki anak akan menjadi penerima Kartu Jakarta Pintar. Para siswa disediakan bus sekolah. Penghuni rusun juga akan digratiskan sarana transportasi bus TransJakarta.
Janji lainnya adalah soal kemudahan mengurus dokumen kepindahan. Ahok, sapaan Basuki, mengatakan warga tak perlu khawatir karena Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan langsung mendatangi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga Bukit Duri, Supri menjelaskan, saat itu Jokowi dalam pidato pernah menjamin akan mengganti setiap pohon sekecil apa pun. Ahok juga pernah mengunjungi Bukit Duri dan mengucapkan hal sama. Supri menolak memberikan nama lengkapnya ketika ditanya.
Supri mengungkapkan warga yang dipindah ke rumah susun diharuskan membuka rekening di bank daerah untuk membayar sewa sebesar Rp300 ribu setiap tiga bulan. Selain itu, ada biaya tambahan seperti biaya air sebesar Rp70 ribu, biaya listrik sekitar Rp80 ribu, jasa keamanan dan parkir.
Supri juga menilai banyak masalah yang akan timbul jika harus pindah dan memulai hidup baru di lokasi yang berbeda. Masalah utama adalah warga harus mencari pekerjaan baru dan anak-anak harus pindah sekolah. Di Bukit Duri, warga sudah memiliki mata pencaharian tetap seperti bekerja di pabrik tahu, menjual perabotan, dan tempat pemotongan ayam.
"Belum lagi biaya untuk pergi kemana-mana. Naik ojek di daerah sana bisa kena Rp30 ribu sampai Rp60 ribu," kata Supri
Supri dan warga Bukit Duri lainnya sedang berupaya melawan Pemprov Jakarta melalui gugatan class action atau berkelompok di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang dengan agenda pemeriksaan pokok perkara akan digelar 23 Agustus mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Arifin mengatakan sudah menyiapkan 400 unit di Rusun Rawa Bebek untuk menampung warga Bukit Duri. Dia mengklaim sudah sekitar 100 kepala keluarga yang bersedia pindah ke rusun tersebut dari total 363 kepala keluarga yang terdata. (wis/asa)